Apa yang terjadi

Seorang pria berusia 40-an di Miri, Sarawak, Malaysia, kehilangan RM257.408 setelah terjerat skema investasi saham online palsu. Kepala Polisi Miri, ACP Mohd Farhan Lee Abdullah, menyatakan pihaknya menerima laporan korban pada 26 April 2026, seperti diberitakan kantor berita Bernama.

Menurut keterangan korban, semuanya bermula dari perkenalan dengan seorang perempuan melalui aplikasi RedNote (Xiaohongshu) pada awal Maret. Percakapan lalu dipindahkan ke WhatsApp. Setelah akrab, perempuan itu menawarkan skema investasi modal online yang diklaim memberi keuntungan besar dalam waktu singkat. Korban diminta mengunduh aplikasi bernama “Everwise” dari Google Play Store, kemudian melakukan 17 kali transfer ke empat rekening bank berbeda sesuai arahan pelaku.

Modus yang digunakan

Kasus ini memadukan dua pola yang sering muncul bersamaan: pendekatan pertemanan atau asmara di media sosial, lalu tawaran investasi. Pelaku tidak langsung menawarkan produk. Ia lebih dulu membangun kedekatan, memindahkan obrolan ke aplikasi pesan pribadi, baru kemudian “berbagi peluang” investasi yang seolah-olah sudah ia nikmati sendiri.

Agar terlihat sah, korban diarahkan memakai aplikasi yang bisa diunduh dari toko aplikasi resmi. Banyak orang mengira aplikasi yang ada di Play Store pasti aman, padahal keberadaan di toko aplikasi bukan bukti izin usaha. Uang juga diminta ditransfer ke beberapa rekening berbeda – pola yang lazim dipakai sindikat untuk memecah jejak dana.

Tanda-tanda bahaya

  • Kenalan baru di media sosial yang cepat akrab lalu mulai membicarakan investasi atau cara cepat kaya.
  • Janji keuntungan besar dalam waktu singkat.
  • Diminta memasang aplikasi investasi tertentu yang tidak Anda kenal sebelumnya.
  • Setoran dana ke rekening atas nama perorangan, apalagi berganti-ganti rekening.
  • Saldo di aplikasi terlihat terus bertambah, tetapi penarikan selalu dipersulit atau diminta “biaya tambahan”.

Cara melindungi diri

Pisahkan urusan pertemanan dan keuangan. Siapa pun yang baru Anda kenal secara online lalu mengajak berinvestasi patut dicurigai, sekalipun terlihat ramah dan meyakinkan. Sebelum menyetor dana, pastikan perusahaan dan aplikasinya berizin: untuk saham dan produk pasar modal cek di situs OJK, untuk perdagangan berjangka cek di Bappebti. Perusahaan investasi resmi menerima dana melalui rekening atas nama perusahaan atau rekening dana nasabah, bukan rekening pribadi.

Jika sudah telanjur transfer, berhenti mengirim uang tambahan – termasuk “biaya penarikan” atau “pajak” – dan segera hubungi bank Anda.

Ke mana melapor di Indonesia

Jika Anda menemukan modus serupa atau sudah telanjur menjadi korban, jangan diam. Beberapa kanal resmi yang bisa digunakan di Indonesia:

  • Kontak OJK 157 – telepon 157, WhatsApp 081-157-157-157, email konsumen@ojk.go.id, atau portal kontak157.ojk.go.id untuk pengaduan yang menyangkut sektor jasa keuangan.
  • Satgas PASTI (Waspada Investasi) – untuk melaporkan atau mengecek penawaran investasi dan pinjaman ilegal, lihat ojk.go.id/waspada-investasi.
  • cekrekening.id – untuk mengecek dan melaporkan nomor rekening yang diduga dipakai untuk penipuan.
  • aduankonten.id – untuk melaporkan konten, akun, situs, atau aplikasi bermuatan penipuan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.
  • patrolisiber.id – untuk melaporkan tindak kejahatan siber ke Direktorat Tindak Pidana Siber Polri. Untuk kasus dengan kerugian nyata, buat juga laporan resmi di kantor polisi terdekat.

Simpan semua bukti – tangkapan layar percakapan, bukti transfer, nomor rekening, nomor telepon, dan tautan – sebelum pelaku menghapus akun mereka. Segera hubungi bank Anda bila ada transfer yang baru saja terjadi.

Sumber: Bernama. Artikel ini ditulis ulang dan dirangkum oleh redaksi penipuan.id untuk edukasi pembaca di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *