Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menarik perhatian besar, termasuk dari pencari kerja. Nama program ini lalu dicatut untuk lowongan palsu: “dibutuhkan 30.000 manajer koperasi”, “gaji Rp5 sampai 8 juta, minimal SMA”, lengkap dengan tautan pendaftaran. Di balik tautan itu, yang dikumpulkan adalah data pribadi pelamar.
Apa yang terjadi
Liputan6 melalui cek fakta 6 Mei 2026 menghimpun beberapa hoaks rekrutmen KDMP. Salah satunya menawarkan puluhan ribu posisi manajer koperasi dengan tautan berdomain mencurigakan yang meminta data pribadi dan nomor Telegram. Unggahan lain mengklaim pemerintah membuka rekrutmen pegawai KDMP dengan syarat minimal SMA dan gaji Rp5 sampai 8 juta, juga dengan formulir yang meminta nama lengkap dan kontak Telegram.
Informasi resminya berbeda. Menurut Liputan6 (27 April 2026), pendaftaran seleksi manajer Koperasi Merah Putih ditutup pada 24 April 2026 dan hasil seleksi administrasi diumumkan pada 26 hingga 27 April 2026 melalui laman resmi phtc.panselnas.go.id. Masyarakat diminta hanya mengakses kanal pemerintah dan mewaspadai tautan yang meminta data pribadi.
Pola “catut program pemerintah” seperti ini juga tercatat dalam pengungkapan Polda Jawa Barat yang dilaporkan AFU.id pada 30 Juni 2026, ketika sindikat penipuan daring memakai tawaran kerja palsu sekaligus mengaku sebagai petugas layanan pemerintah.
Cara kerja penipuan lowongan KDMP, langkah demi langkah
- Unggahan viral. Pelaku menyebar poster lowongan dengan logo dan nama program, sering lewat Facebook, TikTok, atau grup WhatsApp.
- Tautan pendaftaran. Pelamar diarahkan ke situs atau formulir daring dengan alamat yang bukan domain pemerintah.
- Pengumpulan data. Formulir meminta nama sesuai KTP, alamat, nomor HP, dan nomor Telegram.
- Tahap lanjutan lewat chat. Pelamar dihubungi lewat Telegram atau WhatsApp dan bisa diminta biaya administrasi, seragam, pelatihan, atau jaminan.
- Data dan uang hilang. Posisi yang dijanjikan tidak ada, sementara data pribadi dapat disalahgunakan untuk kejahatan lain.
Mengapa program pemerintah sering dicatut
Program pemerintah yang baru dan berskala besar selalu memancing rasa ingin tahu. Banyak orang belum tahu persis bagaimana alur rekrutmennya, di mana pengumumannya, dan kapan jadwalnya. Kekosongan informasi inilah yang diisi penipu dengan poster dan tautan yang terlihat resmi.
Lowongan palsu juga menjual harapan: pekerjaan tetap di desa sendiri dengan gaji layak. Bagi pencari kerja, tawaran itu sulit diabaikan. Karena itu, biasakan mengecek jadwal dan kanal resmi terlebih dahulu. Jika pengumuman resmi menyatakan pendaftaran sudah ditutup, tawaran apa pun yang masih beredar patut dicurigai.
Ajak juga keluarga dan tetangga, terutama yang aktif di grup WhatsApp warga, untuk tidak meneruskan poster lowongan sebelum sumbernya jelas. Poster palsu menyebar paling cepat melalui grup yang anggotanya saling percaya.
Tanda-tanda lowongan palsu
- Tautan pendaftaran tidak berakhiran go.id atau tidak diumumkan kementerian terkait.
- Lowongan tetap dibuka padahal jadwal resmi sudah ditutup.
- Formulir meminta nomor Telegram dan data pribadi berlebihan di awal.
- Ada permintaan biaya dalam bentuk apa pun.
- Janji gaji dan kuota besar tanpa rincian proses seleksi resmi.
Cara melindungi diri
- Periksa informasi rekrutmen hanya di laman resmi, termasuk phtc.panselnas.go.id, dan akun resmi Kementerian Koperasi (@kemenkop).
- Jangan mengisi data KTP atau mengirim foto KTP ke formulir yang tidak jelas asalnya.
- Jangan membayar biaya pendaftaran atau pelatihan kepada perorangan.
- Tanyakan ke pemerintah desa atau dinas terkait bila ragu.
- Laporkan unggahan dan situs palsu ke aduankonten.id.
Ciri-ciri ini berlaku juga untuk lowongan lain yang mencatut instansi. Pelajari pola ciri lowongan kerja palsu dan penipuan lowongan kerja online agar lebih cepat mengenali jebakan serupa.
Jika Anda telanjur mendaftar atau membayar
Hentikan komunikasi dan jangan mengirim uang tambahan. Waspadai pesan lanjutan yang meminta OTP atau mengajak memasang aplikasi. Jika sudah mentransfer, hubungi bank untuk melaporkan transaksi agar bisa diteruskan ke IASC, lalu laporkan ke polisi atau patrolisiber.id dengan bukti tautan, tangkapan layar, dan bukti transfer. Pantau juga riwayat kredit Anda karena data KTP bisa disalahgunakan untuk pinjaman.
Ingat juga bahwa data yang Anda isi di formulir palsu bisa dipakai untuk menghubungi Anda kembali dengan cerita baru, misalnya pengumuman “lolos seleksi” yang disertai permintaan biaya pelatihan atau pengiriman seragam. Tanggapi semua pesan lanjutan dengan kecurigaan yang sama, dan selalu cocokkan dengan pengumuman resmi.
Ke mana melapor
Siapkan bukti berupa tangkapan layar percakapan, bukti transfer, nomor rekening atau nomor telepon pelaku, serta tautan akun atau situs yang digunakan. Lalu hubungi kanal berikut:
- Bank atau penyedia dompet digital Anda lewat nomor resmi, secepat mungkin, agar transaksi bisa ditelusuri dan laporan diteruskan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
- IASC melalui iasc.ojk.go.id (situs resmi, tanpa biaya).
- Kontak OJK 157, WhatsApp 081-157-157-157, atau portal kontak157.ojk.go.id untuk pengaduan terkait jasa keuangan, investasi, dan pinjaman online.
- Satgas PASTI untuk investasi ilegal dan pinjol ilegal, melalui email pasti@ojk.go.id atau kanal pengaduan OJK.
- aduankonten.id (Komdigi) untuk melaporkan situs, akun, aplikasi, atau konten penipuan.
- cekrekening.id untuk mengecek dan melaporkan rekening yang dipakai penipu.
- patrolisiber.id atau kantor polisi terdekat untuk laporan pidana ke Polri.
Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)
Di mana informasi resmi rekrutmen Koperasi Merah Putih?
Menurut Liputan6, pengumuman seleksi manajer disampaikan melalui laman resmi phtc.panselnas.go.id. Selalu cocokkan dengan akun resmi Kementerian Koperasi.
Apakah pendaftaran dipungut biaya?
Waspadai setiap permintaan biaya kepada perorangan. Konfirmasikan lewat kanal resmi sebelum membayar apa pun.
Saya sudah mengisi formulir dengan data KTP. Apa risikonya?
Data bisa dipakai untuk penipuan lanjutan atau pinjaman atas nama Anda. Waspadai pesan yang meminta OTP dan pantau riwayat kredit.
Sumber
- Liputan6 Cek Fakta – Pendaftaran Lowongan Kerja Koperasi Desa Merah Putih Jadi Bahan Hoaks (6 Mei 2026)
- Liputan6 – Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih Diumumkan, Simak Akses Resmi untuk Hindari Penipuan (27 April 2026)
- AFU.id – Sindikat Penipuan Online Rp801 Juta Dibongkar Polda Jabar (30 Juni 2026)
Artikel ini disusun redaksi penipuan.id berdasarkan laporan media dan pernyataan resmi yang dikutip di atas, untuk edukasi masyarakat. Angka dan fakta mengikuti sumber pada tanggal publikasinya.