Apa yang terjadi

Kepolisian Kelantan, Malaysia, membongkar sindikat penipuan asmara (love scam) yang beroperasi dari sebuah resor sewaan di Tanah Merah. Menurut Free Malaysia Today yang mengutip Bernama, penggerebekan dilakukan sekitar pukul 16.30 waktu setempat berdasarkan hasil pengumpulan intelijen bagian investigasi kejahatan komersial kepolisian negeri tersebut. Sindikat ini diyakini menyasar warga Singapura.

Kepala Polisi Kelantan, Yusoff Mamat, menyebut 58 orang ditangkap – 53 laki-laki dan lima perempuan berusia 20 hingga 30 tahun. Sebanyak 56 di antaranya warga asing, sebagian besar dari Tiongkok, dan dua warga Malaysia. Resor itu diubah menjadi pusat panggilan yang diduga beroperasi sejak akhir Maret, setiap hari dari siang hingga tengah malam, dikelola tiga supervisor dan 55 operator.

Polisi menyita sedikitnya delapan router, termasuk jaringan internet satelit yang dipakai untuk menjaga koneksi dan menghindari deteksi, serta 46 komputer, lima laptop, dan 118 ponsel dengan nilai total sekitar RM179.000. Total kerugian belum bisa dihitung karena belum ada korban dari Singapura yang melapor. Kasus ini disidik dengan pasal penipuan dan persekongkolan dalam KUHP Malaysia, dan seluruh tersangka ditahan empat hari untuk pemeriksaan.

Modus yang digunakan

Para pelaku menyamar sebagai perempuan yang diklaim berasal dari Indonesia untuk memanipulasi emosi korban. Mereka memulai dengan pesan singkat, lalu membangun hubungan lewat WhatsApp tanpa pernah melakukan panggilan video, sampai korban akhirnya dibujuk mengirim uang.

Skala operasinya menunjukkan bahwa love scam kini dijalankan seperti bisnis: ada jam kerja, operator, supervisor, dan perangkat dalam jumlah besar. Satu operator bisa menangani banyak “pasangan” sekaligus dengan naskah percakapan yang sama.

Tanda-tanda bahaya

  • Kenalan online yang selalu punya alasan untuk tidak video call.
  • Pesan pembuka singkat dari orang asing yang kemudian cepat menjadi mesra.
  • Cerita hidup yang menyentuh, disusul kebutuhan uang yang mendesak.
  • Permintaan transfer ke rekening pihak ketiga atau dompet digital.
  • Anda diminta merahasiakan hubungan dari keluarga atau teman.

Cara melindungi diri

Jangan mengirim uang, pulsa, atau voucher kepada seseorang yang belum pernah Anda temui secara langsung. Uji identitasnya: minta video call, cari fotonya dengan pencarian gambar terbalik, dan perhatikan apakah jawabannya terasa seperti naskah. Jika Anda punya anggota keluarga yang sedang dekat dengan seseorang secara online, ajak bicara tanpa menghakimi – korban love scam sering malu untuk bercerita.

Bila sudah telanjur mengirim uang, hentikan kontak, jangan menuruti permintaan berikutnya, dan simpan seluruh riwayat percakapan sebagai bukti.

Ke mana melapor di Indonesia

Jika Anda menemukan modus serupa atau sudah telanjur menjadi korban, jangan diam. Beberapa kanal resmi yang bisa digunakan di Indonesia:

  • Kontak OJK 157 – telepon 157, WhatsApp 081-157-157-157, email konsumen@ojk.go.id, atau portal kontak157.ojk.go.id untuk pengaduan yang menyangkut sektor jasa keuangan.
  • Satgas PASTI (Waspada Investasi) – untuk melaporkan atau mengecek penawaran investasi dan pinjaman ilegal, lihat ojk.go.id/waspada-investasi.
  • cekrekening.id – untuk mengecek dan melaporkan nomor rekening yang diduga dipakai untuk penipuan.
  • aduankonten.id – untuk melaporkan konten, akun, situs, atau aplikasi bermuatan penipuan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.
  • patrolisiber.id – untuk melaporkan tindak kejahatan siber ke Direktorat Tindak Pidana Siber Polri. Untuk kasus dengan kerugian nyata, buat juga laporan resmi di kantor polisi terdekat.

Simpan semua bukti – tangkapan layar percakapan, bukti transfer, nomor rekening, nomor telepon, dan tautan – sebelum pelaku menghapus akun mereka. Segera hubungi bank Anda bila ada transfer yang baru saja terjadi.

Sumber: Free Malaysia Today. Artikel ini ditulis ulang dan dirangkum oleh redaksi penipuan.id untuk edukasi pembaca di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *