Apa yang terjadi
Anggota parlemen dari partai Christian Democrat (CDA) di Belanda mengusulkan agar influencer yang memberi saran soal kesehatan, diet, dan keuangan diwajibkan menyatakan secara jelas bahwa mereka bukan ahli. Menurut DutchNews.nl, usulan ini bisa berbentuk kewajiban hukum untuk mencantumkan penafian, misalnya tagar #NietDeskundig, #GeenDiploma, atau #GeenExpert (bukan ahli, tanpa ijazah). Partai koalisi VVD dan D66 juga disebut mendukung adanya semacam peringatan sebelum klaim yang tidak berdasar.
Latar belakangnya, riset menunjukkan bahwa “finfluencer” – influencer yang khusus membahas keuangan – mendorong anak muda berinvestasi pada skema cepat kaya yang berisiko. Otoritas pasar keuangan Belanda (AFM) pada 2024 pernah menjatuhkan denda kepada dua orang yang selama beberapa tahun mempromosikan pengelola aset ilegal dan memperoleh bayaran 10% dari setiap dana yang diinvestasikan pengikutnya. AFM berpendapat influencer seharusnya memiliki izin untuk mempromosikan produk keuangan.
Modus yang digunakan
Masalah utamanya adalah konflik kepentingan yang tidak terlihat. Seorang influencer bisa tampil seperti teman yang berbagi tips, padahal ia dibayar atau mendapat komisi dari setiap pengikut yang menyetor dana. Semakin banyak orang yang ikut, semakin besar penghasilannya – terlepas dari apakah produk itu legal atau pengikutnya untung. Gaya hidup mewah yang dipamerkan juga sering dijadikan “bukti” bahwa strateginya berhasil.
Pola ini juga dikenal di Indonesia, termasuk promosi robot trading, binary option, dan aplikasi investasi yang kemudian dinyatakan ilegal.
Tanda-tanda bahaya
- Influencer menjanjikan cuan cepat atau keuntungan pasti dari produk investasi tertentu.
- Ada kode referal, tautan afiliasi, atau ajakan bergabung ke grup “VIP” berbayar.
- Tidak jelas apakah konten itu iklan berbayar atau opini pribadi.
- Produk yang dipromosikan tidak tercatat di otoritas yang berwenang.
- Kritik atau pertanyaan kritis di kolom komentar dihapus atau dibalas dengan serangan.
Cara melindungi diri
Perlakukan konten keuangan di media sosial sebagai hiburan atau bahan awal belajar, bukan nasihat investasi. Tanyakan: apakah orang ini punya kualifikasi? Apakah ia mendapat bayaran dari produk yang dipromosikan? Sebelum menyetor dana, cek sendiri izin perusahaan dan produknya di OJK atau Bappebti. Jika butuh saran yang sesuai kondisi keuangan Anda, gunakan penasihat atau perencana keuangan yang dapat dimintai pertanggungjawaban.
Satu kebiasaan sederhana yang membantu: sebelum mengikuti saran investasi dari media sosial, tunggu minimal satu hari dan cari informasi pembanding dari sumber resmi.
Ke mana melapor di Indonesia
Jika Anda menemukan modus serupa atau sudah telanjur menjadi korban, jangan diam. Beberapa kanal resmi yang bisa digunakan di Indonesia:
- Kontak OJK 157 – telepon 157, WhatsApp 081-157-157-157, email konsumen@ojk.go.id, atau portal kontak157.ojk.go.id untuk pengaduan yang menyangkut sektor jasa keuangan.
- Satgas PASTI (Waspada Investasi) – untuk melaporkan atau mengecek penawaran investasi dan pinjaman ilegal, lihat ojk.go.id/waspada-investasi.
- cekrekening.id – untuk mengecek dan melaporkan nomor rekening yang diduga dipakai untuk penipuan.
- aduankonten.id – untuk melaporkan konten, akun, situs, atau aplikasi bermuatan penipuan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.
- patrolisiber.id – untuk melaporkan tindak kejahatan siber ke Direktorat Tindak Pidana Siber Polri. Untuk kasus dengan kerugian nyata, buat juga laporan resmi di kantor polisi terdekat.
Simpan semua bukti – tangkapan layar percakapan, bukti transfer, nomor rekening, nomor telepon, dan tautan – sebelum pelaku menghapus akun mereka. Segera hubungi bank Anda bila ada transfer yang baru saja terjadi.
Sumber: DutchNews.nl. Artikel ini ditulis ulang dan dirangkum oleh redaksi penipuan.id untuk edukasi pembaca di Indonesia.