Di balik ramainya transaksi digital saat hari raya, penipu memasang jebakan berupa pesan phishing dan kode QR palsu. Temuan perusahaan keamanan siber di Malaysia ini menunjukkan bahwa satu klik atau satu pindaian yang ceroboh bisa membuat saldo berpindah ke rekening pelaku dalam hitungan detik.

Apa yang terjadi

Kantor berita Bernama melaporkan peringatan dari perusahaan keamanan siber Fortinet Malaysia tentang meningkatnya penipuan digital di musim perayaan. Menurut laporan tersebut, kerugian akibat penipuan di Malaysia mencapai sekitar RM2,7 miliar pada 2025, naik 76 persen dibanding 2024, dengan lonjakan yang terlihat jelas saat musim perayaan seperti Hari Raya. Data itu disampaikan Kevin Wong, country manager perusahaan keamanan siber Fortinet Malaysia.

Menurut Wong, phishing dan penipuan daring menyumbang sekitar tiga perempat insiden siber yang dicatat Cyber999 Incident Response Centre pada kuartal ketiga 2025. Ia menilai masa libur tidak boleh dianggap sebagai waktu santai untuk keamanan siber, baik bagi konsumen maupun perusahaan.

Modus yang digunakan

Artikel ini berfokus pada dua senjata yang disorot Fortinet: phishing dan manipulasi pembayaran. Pelaku mengirim pesan atau email yang meniru bank, kurir, toko daring, atau program promo hari raya, lalu mengarahkan korban ke halaman palsu untuk mencuri data login dan OTP.

Menurut Wong, dengan makin populernya pembayaran digital seperti angpau elektronik, penipu juga memanfaatkan kode QR dan kanal pembayaran untuk membelokkan dana. Kode QR palsu bisa dikirim lewat chat atau ditempel di atas kode asli, sehingga uang masuk ke rekening pelaku.

Tanda-tanda bahaya

  • Pesan “hadiah”, “THR”, atau “angpau digital” yang meminta Anda login melalui tautan.
  • Email atau SMS dengan nada mendesak, misalnya akun akan diblokir.
  • Nama penerima yang muncul saat memindai QR berbeda dari nama toko atau orang yang dituju.
  • Halaman login dengan alamat situs yang janggal.
  • Permintaan kode OTP melalui telepon atau chat.

Cara melindungi diri

  • Selalu cek nama penerima di layar sebelum mengonfirmasi pembayaran QR.
  • Ketik sendiri alamat situs bank atau buka aplikasi resmi; jangan lewat tautan kiriman.
  • Aktifkan autentikasi multifaktor dan notifikasi transaksi.
  • Gunakan metode pembayaran yang memiliki perlindungan terhadap penipuan.
  • Laporkan situs atau akun phishing ke aduankonten.id.

Ke mana melapor di Indonesia

Jika Anda menjadi korban atau menemukan modus serupa, segera hubungi bank Anda untuk meminta pemblokiran transaksi, lalu laporkan melalui kanal resmi berikut. Siapkan bukti berupa tangkapan layar percakapan, bukti transfer, nomor rekening atau nomor telepon pelaku, serta tautan akun atau situs yang digunakan.

  • Kontak OJK 157 untuk pengaduan terkait lembaga jasa keuangan, investasi, dan pinjaman online.
  • Satgas PASTI (Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal) untuk melaporkan investasi atau pinjol ilegal, melalui kanal pengaduan OJK.
  • aduankonten.id untuk melaporkan situs, akun, atau konten penipuan ke Komdigi.
  • cekrekening.id untuk mengecek dan melaporkan nomor rekening yang dipakai penipu.
  • patrolisiber.id untuk melaporkan kejahatan siber ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Penipu terus mengembangkan cara baru, tetapi polanya hampir selalu sama: membangun kepercayaan atau rasa takut, menciptakan rasa terdesak, lalu meminta uang atau data. Luangkan waktu sejenak untuk memeriksa, bertanya kepada orang tepercaya, dan menolak tekanan. Bagikan artikel ini kepada keluarga dan teman, terutama orang tua, agar lebih banyak orang terlindungi.

Sumber: Bernama. Artikel ini ditulis ulang dan dirangkum oleh redaksi penipuan.id untuk edukasi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *