Apa yang terjadi
Mantan pemain dan asisten pelatih NBA, Damon Jones, diperkirakan menjadi orang pertama yang mengaku bersalah dalam operasi penindakan perjudian yang berujung pada penangkapan lebih dari 30 orang, termasuk sejumlah orang yang diduga anggota mafia dan figur basket lainnya. Menurut laporan Associated Press yang dimuat PBS NewsHour, sidang perubahan pembelaan untuk Jones dijadwalkan pada 28 April 2026 di pengadilan federal Brooklyn, New York.
Jones (49) sebelumnya menyatakan tidak bersalah atas dua dakwaan terpisah: meraup keuntungan dari permainan poker yang dicurangi, dan memberikan informasi nonpublik soal cedera bintang Lakers LeBron James dan Anthony Davis kepada petaruh olahraga. Dalam kedua perkara ia dijerat dengan dakwaan persekongkolan penipuan elektronik (wire fraud) dan pencucian uang.
Jaksa menyebut Jones menjual atau mencoba menjual informasi bahwa James tidak akan bermain dalam laga 9 Februari 2023, sebelum hal itu diumumkan resmi. Dalam skema poker, Jones disebut termasuk mantan pemain NBA yang dipakai untuk memancing pemain yang tidak curiga ke meja poker yang sudah dicurangi dengan mesin pengocok kartu yang dimodifikasi, kamera tersembunyi, kacamata khusus, hingga peralatan sinar-X di dalam meja. Menurut jaksa, sebagian permainan dijalankan bersama keluarga kriminal di New York yang juga memakai kekerasan dan pemerasan untuk menagih utang.
Modus yang digunakan
Ada dua pola dalam kasus ini. Pertama, pemikat: figur terkenal dipakai agar korban merasa terhormat bisa bermain di meja yang sama, sehingga tidak curiga. Kedua, permainan yang hasilnya sudah dikendalikan sejak awal melalui teknologi tersembunyi. Korban mengira sedang beradu keberuntungan dan keahlian, padahal peluangnya nol.
Pola serupa sangat relevan dengan judi online yang marak di Indonesia: sistemnya dikendalikan pihak bandar, dan “kemenangan” di awal hanya umpan agar korban menyetor lebih banyak.
Tanda-tanda bahaya
- Undangan bermain atau bertaruh dengan iming-iming bisa bertemu orang terkenal.
- Permainan atau situs taruhan yang dijalankan di luar jalur resmi.
- Tawaran “info orang dalam” atau “bocoran” untuk menang taruhan, biasanya dengan bayaran.
- Menang di awal, lalu kalah besar setelah taruhan dinaikkan.
- Utang judi yang ditagih dengan ancaman.
Cara melindungi diri
Perjudian dilarang di Indonesia, dan situs maupun grup judi online tidak memberi perlindungan apa pun bagi pemainnya. Jangan membayar “bocoran” atau “prediksi pasti menang”, karena penjualnya sendiri tidak bisa menjamin apa pun – dalam kasus ini, salah satu info yang dibeli terbukti keliru. Jika Anda atau keluarga terlilit utang judi dan mulai menerima ancaman, laporkan ke polisi dan cari pendampingan, jangan menambah utang untuk menutup kekalahan.
Ke mana melapor di Indonesia
Jika Anda menemukan modus serupa atau sudah telanjur menjadi korban, jangan diam. Beberapa kanal resmi yang bisa digunakan di Indonesia:
- Kontak OJK 157 – telepon 157, WhatsApp 081-157-157-157, email konsumen@ojk.go.id, atau portal kontak157.ojk.go.id untuk pengaduan yang menyangkut sektor jasa keuangan.
- Satgas PASTI (Waspada Investasi) – untuk melaporkan atau mengecek penawaran investasi dan pinjaman ilegal, lihat ojk.go.id/waspada-investasi.
- cekrekening.id – untuk mengecek dan melaporkan nomor rekening yang diduga dipakai untuk penipuan.
- aduankonten.id – untuk melaporkan konten, akun, situs, atau aplikasi bermuatan penipuan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.
- patrolisiber.id – untuk melaporkan tindak kejahatan siber ke Direktorat Tindak Pidana Siber Polri. Untuk kasus dengan kerugian nyata, buat juga laporan resmi di kantor polisi terdekat.
Simpan semua bukti – tangkapan layar percakapan, bukti transfer, nomor rekening, nomor telepon, dan tautan – sebelum pelaku menghapus akun mereka. Segera hubungi bank Anda bila ada transfer yang baru saja terjadi.
Sumber: PBS NewsHour. Artikel ini ditulis ulang dan dirangkum oleh redaksi penipuan.id untuk edukasi pembaca di Indonesia.