Telepon video dari seseorang berseragam polisi, latar ruangan mirip kantor polisi, lalu tuduhan bahwa nama Anda terseret kasus narkoba atau pencucian uang. Skenario ini dirancang untuk membuat panik. Pada 2026, Polda Metro Jaya kembali mengingatkan masyarakat soal modus polisi gadungan yang kini memakai video call dan bahkan Google Meet.
Apa yang terjadi
Indonews melaporkan pada 18 Juli 2026 bahwa Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat mewaspadai modus penipuan yang mengaku sedang melakukan penyidikan lewat panggilan video. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa kepolisian tidak melakukan proses penyelidikan, penangkapan, maupun penggeledahan melalui Google Meet. Siapa pun yang mengaku polisi dan “memeriksa” secara daring seperti itu patut dianggap penipu.
Dalam unggahan peringatan di akun resminya, Polda Metro Jaya juga menggambarkan pola yang sama: pelaku menghubungi lewat video call, menampilkan latar menyerupai kantor polisi, mengaku anggota kepolisian, lalu menuduh korban terlibat pengiriman paket narkoba. Rasa takut kemudian dipakai untuk menekan korban agar mentransfer uang dengan dalih supaya perkara dihentikan.
Pola “mengaku aparat” bukan hanya terjadi di Indonesia. Kami sebelumnya juga mengulas penipuan telepon mengaku aparat di negara tetangga yang berujung korban diminta membeli emas.
Cara kerja modus polisi gadungan, langkah demi langkah
- Kontak pertama. Korban ditelepon atau dikirimi pesan oleh orang yang mengaku petugas, kadang didahului oleh “kurir” yang menyebut ada paket bermasalah atas nama korban.
- Pindah ke video call. Pelaku mengajak panggilan video atau rapat daring, tampil dengan atribut mirip seragam dan ruangan yang ditata seperti kantor polisi.
- Tuduhan dan intimidasi. Korban disebut terlibat kasus narkoba, pencucian uang, atau kejahatan lain. Kadang ditunjukkan “dokumen” atau “surat” palsu.
- Pemeriksaan virtual palsu. Korban diminta tetap di depan kamera, tidak boleh memberi tahu siapa pun, dan mengikuti “proses pemeriksaan”.
- Permintaan data dan uang. Korban diminta memindai kode QR, menyerahkan data perbankan, kode OTP, atau mentransfer dana untuk “verifikasi” atau agar kasus dihentikan.
Kombinasi rasa takut, larangan bercerita, dan tekanan waktu membuat korban sulit berpikir jernih. Itulah inti modus ini.
Mengapa modus ini efektif
Hampir tidak ada orang yang tenang ketika dituduh terlibat kasus narkoba atau pencucian uang, apalagi oleh seseorang yang tampil berseragam di layar. Rasa takut membuat korban sulit berpikir kritis, dan pelaku sengaja menjaga tekanan itu dengan meminta korban tetap tersambung, tidak menutup panggilan, dan tidak bercerita kepada siapa pun.
Pelaku juga memanfaatkan ketidaktahuan tentang prosedur hukum. Banyak orang tidak tahu bahwa pemeriksaan resmi tidak dilakukan lewat aplikasi rapat daring dan bahwa polisi tidak menawarkan “penghentian perkara” dengan imbalan transfer. Mengetahui prosedur yang benar adalah pertahanan terbaik: begitu ada permintaan uang atau data perbankan, Anda bisa langsung yakin itu penipuan.
Lansia dan orang yang tinggal sendiri sering menjadi sasaran karena tidak punya teman diskusi saat panggilan berlangsung. Karena itu, bicarakan modus ini dengan orang tua dan anggota keluarga lain, dan sepakati satu aturan sederhana: panggilan dari siapa pun yang mengaku aparat dan meminta uang harus diakhiri dan diverifikasi ulang.
Tanda-tanda Anda berhadapan dengan polisi gadungan
- Pemeriksaan atau “BAP” dilakukan lewat WhatsApp, video call, atau Google Meet.
- Anda dilarang menutup telepon atau memberi tahu keluarga.
- Ada permintaan memindai kode QR, menyebutkan OTP, PIN, atau data rekening.
- Ada permintaan transfer uang agar kasus “diamankan” atau “dihentikan”.
- Nomor yang menghubungi adalah nomor pribadi, bukan saluran resmi kantor polisi.
Cara melindungi diri
- Tetap tenang dan akhiri panggilan. Anda tidak wajib mengikuti “pemeriksaan” lewat video call.
- Jangan memberikan data pribadi, OTP, PIN, atau memindai kode QR yang dikirim penelepon.
- Jangan mentransfer uang dengan alasan apa pun.
- Verifikasi dengan mendatangi kantor polisi terdekat atau menghubungi layanan Polri 110.
- Ceritakan kepada keluarga; penipu justru mengandalkan korban yang merasa sendirian.
Modus ini kerap dikombinasikan dengan teknik lain seperti tautan phishing atau rekaman palsu. Kenali juga penipuan deepfake AI yang makin sering dipakai untuk meniru tokoh tertentu.
Jika Anda sudah telanjur mentransfer atau memberi data
Segera hubungi bank lewat nomor resmi untuk memblokir rekening atau kartu dan meminta penundaan transaksi. Ganti PIN, kata sandi mobile banking, dan email. Simpan rekaman layar, nomor pelaku, dan bukti transfer, lalu laporkan ke kantor polisi terdekat dan ke IASC melalui bank Anda atau situs resmi iasc.ojk.go.id.
Ke mana melapor
Siapkan bukti berupa tangkapan layar percakapan, bukti transfer, nomor rekening atau nomor telepon pelaku, serta tautan akun atau situs yang digunakan. Lalu hubungi kanal berikut:
- Bank atau penyedia dompet digital Anda lewat nomor resmi, secepat mungkin, agar transaksi bisa ditelusuri dan laporan diteruskan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
- IASC melalui iasc.ojk.go.id (situs resmi, tanpa biaya).
- Kontak OJK 157, WhatsApp 081-157-157-157, atau portal kontak157.ojk.go.id untuk pengaduan terkait jasa keuangan, investasi, dan pinjaman online.
- Satgas PASTI untuk investasi ilegal dan pinjol ilegal, melalui email pasti@ojk.go.id atau kanal pengaduan OJK.
- aduankonten.id (Komdigi) untuk melaporkan situs, akun, aplikasi, atau konten penipuan.
- cekrekening.id untuk mengecek dan melaporkan rekening yang dipakai penipu.
- patrolisiber.id atau kantor polisi terdekat untuk laporan pidana ke Polri.
Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)
Apakah polisi pernah memeriksa lewat video call?
Menurut Polda Metro Jaya, kepolisian tidak melakukan penyelidikan, penangkapan, maupun penggeledahan melalui Google Meet. Panggilan semacam itu patut dicurigai.
Bagaimana memastikan penelepon benar polisi?
Akhiri panggilan, lalu hubungi kantor polisi terdekat atau layanan 110 sendiri. Jangan memakai nomor yang diberikan penelepon.
Saya diminta tidak memberi tahu siapa pun. Apa artinya?
Larangan bercerita adalah salah satu tanda paling kuat penipuan. Segera bicarakan dengan keluarga atau orang yang Anda percaya.
Sumber
- Indonews – Polisi Imbau Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Baru Mengaku Penyidikan via Video Call (18 Juli 2026)
- Polda Metro Jaya (akun X resmi) – Waspada Modus Penipuan Video Call Polisi Gadungan (17 Juli 2026)
Artikel ini disusun redaksi penipuan.id berdasarkan laporan media dan pernyataan resmi yang dikutip di atas, untuk edukasi masyarakat. Angka dan fakta mengikuti sumber pada tanggal publikasinya.